Home » Mamalia » Apakah Cheetah Membunuh Manusia? Tanya Jawab Seputar Cheetah

Apakah Cheetah Membunuh Manusia? Tanya Jawab Seputar Cheetah

Cheetah dikagumi oleh banyak orang karena dianggap sangat atletis dan anggun. Karena banyak yang menganggap mereka sebagai “kucing besar,” mereka juga seringkali ditakuti. Tinggi badannya dan penampilannya yang berbintik-bintik membuat mereka tampak mirip dengan macan tutul dan jaguar, dua kucing besar yang tidak diragukan lagi sangat berbahaya untuk didekati.

Cheetah

Namun di kebun binatang, orang lebih sering berinteraksi dengan cheetah daripada dengan kucing besar lainnya. Cheetah sering berjalan dengan diikat tali di kebun binatang, yang biasanya melarang kontak tanpa perlindungan dengan hewan karnivora besar. Ini menimbulkan banyak pertanyaan seputar cheetah dan kami akan menjawab beberapa pertanyaan itu untuk Anda.

Tanya Jawab Seputar Cheetah

Apakah cheetah menyerang manusia?

Secara umum, sebagian besar karnivora besar tidak ingin memburu atau melukai manusia karena mereka pemalu dan tidak mau berurusan dengan kita. Hanya sedikit kasus kematian yang terjadi di penangkaran ketika hewan yang tidak terbiasa dengan kontak manusia menyerang orang, yang secara tidak sengaja atau sengaja masuk ke kandang mereka yang merupakan ‘wilayah’ mereka.

Serangan hewan selalu memiliki motivasi dan sebenarnya bukannya tidak terduga. Kematian yang terkait dengan kucing besar di penangkaran jarang terjadi, terjadi dari nol hingga tiga kali setahun di Amerika Serikat sejak 1990-an.

Cheetah jarang ada dalam perdagangan hewan peliharaan privat karena mereka mahal dan lembut, tetapi mereka terwakili dengan baik di kebun binatang yang terakreditasi dan penjaga biasa memasuki kandang mereka secara teratur hanya dengan membawa sapu sebagai perlindungan. Meski cheetah biasanya adalah hewan pemalu yang memilih untuk tidak menghadapi penyusup, ada beberapa insiden serangan cheetah yang tercatat dan menyebabkan kematian.

Apakah cheetah kurang berbahaya dibanding kucing besar lainnya?

Secara umum, hanya sekelompok cheetah yang akan mencoba membunuh hewan besar seperti hartebeest (antelope Afrika), meskipun ibu cheetah yang memiliki anak-anak kecil akan berusaha untuk mencari mangsa besar sendirian. Tidak ada catatan tentang cheetah yang membunuh manusia di alam liar. Manusia kemungkinan besar akan dibunuh oleh singa atau spesies kucing besar lainnya, tapi bukan oleh cheetah.

Bisakah mereka berinteraksi dengan manusia dengan aman?

Cheetah liar tidak berinteraksi dengan manusia pada umumnya. Anak mereka dapat mendekati manusia karena penasaran, seperti yang dilakukan anak kucing. Cheetah liar tidak aman diajak berinteraksi dengan berjalan kaki di alam liar kecuali Anda adalah seorang ahli. Cheetah liar bersifat teritorial dan sangat protektif terhadap anak-anak mereka. Meskipun seekor cheetah tidak akan menyerang Anda kecuali jika dia melihat ancaman, sebaiknya jaga jarak Anda.

Seberapa sering serangan fatal cheetah terjadi?

Hewan Cheetah

Cheetah, tidak seperti kucing besar seperti singa, sangat ahli dalam memburu mangsa yang berlari cepat seperti rusa. Hasilnya, mereka sangat gesit, cepat, dan tidak didesain untuk melawan hewan besar dan agresif. Sangat jarang cheetah menyerang manusia. Hanya beberapa serangan non fatal terjadi setiap tahun dan itu hampir selalu disebabkan kondisi penangkaran cheetah yang buruk.

Contoh kasus serangan fatal cheetah

Pada tahun 2017, Jacob Pieterse yang berusia tiga tahun diserang oleh seekor cheetah saat bermain di luar Tiger Canyon milik pembuat film John Varty, sebuah tempat pengembangbiakan harimau di Afrika Selatan. Dilaporkan bahwa “sejumlah besar alkohol” diselundupkan ke dalam kompleks dan gerbang yang menghalangi cheetah dengan orang-orang dibiarkan terbuka dengan sembarangan.

Serangan itu menyebabkan cedera parah pada kepala dan leher anak itu. Dia meninggal karena luka-lukanya dalam perjalanan ke rumah sakit. Akibatnya, pagar listrik setinggi 2,4 meter dibangun di sekitar kompleks

Meski setiap kematian akibat hewan tidak dapat diterima, harus dicatat bahwa anak kecil lainnya dibunuh dengan cara yang sama oleh seekor babi, seperti yang dilaporkan dalam artikel Daily Mail. Anak kecil sangat rentan di sekitar binatang besar, “liar” atau tidak.

Kematian lainnya yang mengejutkan adalah seorang wanita dewasa yang dengan cerobohnya memasuki kandang cheetah tanpa izin. Di Kebun Binatang Olmense di Belgia Utara pada Februari 2007, Karen Aerts, usia 37 tahun, dibunuh oleh cheetah di kandang mereka. Dia telah “mengadopsi” salah satu cheetah di pameran melalui program donasi kebun binatang.

Diyakini bahwa korban bersembunyi di taman selama berjam-jam dan menemukan kunci kandang cheetah. Meski kelompok hak-hak hewan menuduh kebun binatang tersebut tidak aman, perilaku korban jelas memiliki peran penting dalam insiden itu.

Serangan non fatal cheetah

Apakah bertemu dengan cheetah bisa berbahaya? Semua hewan dapat menggigit selama mereka memiliki gigi. Cheetah adalah salah satu dari hewan-hewan ini dan banyak insiden serangan cheetah didokumentasikan dan bahkan ditangkap di kamera.

Namun, jelas bahwa kebanyakan insiden ini menjadi berita utama karena hewan yang terlibat (cheetah) secara keliru dianggap sebagai “kucing besar.” Kejadian ini kemudian menjadi sensasional karena kucing besar yang asli begitu berbahaya dan mampu membunuh manusia dengan cepat.

Seperti dibahas sebelumnya, cheetah sangat berbeda dengan singa dan harimau. Selain itu, sebagian besar orang yang berbadan sehat masih dapat menangkis “serangan” mereka, yang sering kali hanya merupakan main-main kasar dari cheetah-cheetah kecil (sebagaimana kucing). Insiden-insiden ini tidak jauh berbeda dengan ratusan video serangan kucing di YouTube di mana balita dan orang dewasa diterkam oleh hewan peliharaan mereka yang jauh lebih kecil.

Cheetah, seperti kucing rumahan, menggabungkan perilaku bermain dengan naluri pemangsa. Tudingan yang sering diulang-ulang adalah serangan ini disebabkan karena cheetah merupakan binatang buas, tapi ini tidak masuk akal karena semua kucing menunjukkan perilaku ini.

Beberapa ilmuwan menganggap kucing rumahan tidak dijinakkan. Faktanya, semua hewan dengan ukuran tertentu mampu menyebabkan kerusakan dan domestikasi tidak ada hubungannya dengan hal itu. Cheetah yang telah disosialisasikan dengan manusia juga bukan hewan liar lagi.

Apa cheetah termasuk “kucing besar”?

Felidae adalah keluarga hewan yang beragam, tetapi orang-orang akan dengan santai menyebut kucing yang tidak dijinakkan sebagai kucing besar, meski beberapa spesies ukurannya mendekati kucing rumahan. Spesies yang lebih kecil meliputi kucing kaki hitam, kucing liar Afrika, dan kucing pasir. Namun, bahkan spesies yang lebih tinggi seperti caracal, serval, dan bobcat tidak bisa dianggap sebagai kucing besar.

Seharusnya cheetah juga tidak. Mereka yang akrab dengan hewan ini tidak mengklasifikasikan cheetah sebagai “big cats” atau “great cats.” Istilah-istilah ini bukan klasifikasi ilmiah, tetapi perlu dicatat bahwa harimau, singa, jaguar, dan leopard (kecuali clouded leopard) adalah anggota dari genus Panthera.

Menurut taksonomi, Panthera adalah genus dalam keluarga felidae yang lebih besar, yang juga termasuk cheetah. Namun, cheetah adalah satu-satunya anggota genus Acinonyx yang masih hidup (nama Latinnya adalah Acinonyx jubatus) menjadikannya bagian dari cabang terpisah di pohon filogenetik. Ciri genus ini adalah cakarnya tidak dapat ditarik.

“Kucing besar” seharusnya secara logis merujuk pada anggota genus Panthera yang lebih besar. Spesies-spesies ini memiliki kapasitas yang sama untuk membunuh manusia dengan cepat dan mudah karena ukuran dan kekuatannya yang besar. Cheetah berbeda. Mereka memiliki perawakan yang lebih ramping dan gaya berburu yang tidak biasa yang melibatkan pengejaran, alih-alih membantai mangsa mereka dengan kekuatan penuh.

Tags:

Komentar