Home » Kucing Lucu » Apa Penyebab Kucing Menggigit? Kenali Alasan Kucing Suka Menggigit

Apa Penyebab Kucing Menggigit? Kenali Alasan Kucing Suka Menggigit

Mengapa kucing menggigit Anda tanpa alasan?

Gigitan kucing bisa berbahaya jika tidak dirawat dengan benar. Kucing memiliki gigi tajam yang mampu membuat tusukan dalam dan mulut kucing mengandung banyak bakteri yang berpotensi menyebabkan infeksi. Jika tidak diobati atau tidak diberikan pertolongan pertama yang tepat, gigitan kucing dapat menyebabkan infeksi, demam kucing, atau dalam kasus yang jarang terjadi, rabies. Jika luka tusukan cukup dalam dan kotoran dari luar masuk ke dalam luka, tetanus juga bisa menjadi ancaman lain.

Gambar kucing menggigit

Satu dari tiga gigitan kucing akan menyebabkan infeksi, sementara kemungkinan infeksi akibat gigitan anjing jauh lebih rendah. Jika gigitan kucing yang terinfeksi dibiarkan tidak diobati, maka luka akan dapat berkembang menjadi demam kucing, yang merupakan infeksi bakteri yang menyebabkan gejala seperti flu dan dapat menyebabkan komplikasi serius seperti ensefalopati atau kehilangan penglihatan. Meskipun lebih banyak perhatian diberikan pada gigitan anjing dan bahaya rabies, statistik menunjukkan bahwa kucing rabies 300% lebih banyak daripada anjing rabies di Amerika Serikat.

Alasan kucing menggigit Anda

  • Umur: Anak kucing yang masih kecil bisa lebih sering menggigit saat belajar cara bermain.
  • Genetik: Beberapa sifat kepribadian pada kucing sifatnya genetik.
  • Perilaku pemilik: Kucing sensitif terhadap emosi pemiliknya.
  • Perubahan di rumah: Pindah rumah, kehadiran bayi, kehadiran hewan peliharaan baru atau perubahan apa pun di rumah dapat menyebabkan perubahan perilaku kucing Anda.
  • Ketakutan atau provokasi: Seekor kucing dapat menggigit jika merasa terancam.
  • Kebutuhan dasar tidak terpenuhi: Jika Anda tidak menjaga rutinitas kucing dan memenuhi kebutuhan dasarnya, dia bisa menggigit Anda.

Berikut penjelasan selengkapnya:

Gigitan kucing

Umur

Anak-anak kucing akan menggigit atau mencakar satu sama lain atau pemiliknya sebagai bagian dari permainan, dan ini normal. Biasanya pada usia sekitar empat bulan, permainan menggigit dan mencakar akan mereda. Jika anak kucing menghabiskan banyak waktu di sekitar anak kucing lain atau ibu mereka, perilaku ini dapat mereda lebih cepat. Ini karena mereka belajar lebih cepat dengan pengalaman langsung dari anggota keluarga mereka yang menggigit dan mencakar sampai terluka.

Genetik

Sama seperti manusia, beberapa sifat kepribadian pada kucing bisa bersifat turun-temurun alias genetik. Kucing tertentu mungkin memiliki kecenderungan perilaku agresif berkat orang tua mereka. Hasil dari satu penelitian menunjukkan bahwa kepribadian ayah kucing pada khususnya akan mempengaruhi perilaku anak-anaknya. Bahkan ketika dipisahkan segera setelah lahir dari induk mereka, anak-anak kucing yang ditemani ayahnya yang bersahabat akan memiliki kemungkinan yang cukup tinggi untuk bersikap ramah dengan sendirinya, dan sebaliknya.

Perilaku pemilik

Kucing peka terhadap emosi pemiliknya. Sesuai dengan kata “copy-cat,” kucing cenderung meniru suasana hati pemiliknya. Penelitian lain menunjukkan bahwa kucing bertindak sedih ketika pemiliknya tampak sedih dan bahagia ketika pemiliknya tampak bahagia.

Jadi tidak mengherankan bila kucing dapat menunjukkan perilaku yang lebih agresif jika perilaku semacam itu adalah apa yang mereka amati dari pemiliknya. Demikian juga, sering berteriak pada kucing Anda untuk mendisiplinkannya dapat menyebabkan mereka menjadi defensif dan lebih cenderung menggigit.

Perubahan di rumah

Punya bayi yang baru lahir di rumah? Memelihara anjing baru? Ada tamu yang menginap beberapa hari? Ini semua adalah contoh perubahan pada rutinitas kucing Anda yang dapat membuat mereka lebih stres dan memicunya menggigit.

Kucing adalah makhluk yang hidup dalam kebiasaan dan rutinitas. Mereka cenderung tidur di tempat yang sama pada waktu yang sama setiap hari, ingin berpelukan dengan Anda pada waktu yang sama setiap hari, dan seterusnya.

Jika ada hal-hal di luar kendali mereka menyebabkan rutinitas mereka berubah, mereka bisa merasa terancam atau cemburu. Banyak kucing menampilkan kepribadian yang bahagia dan ramah selama bertahun-tahun sampai bayi Anda lahir. Sama seperti kakak yang cemburu, mereka tiba-tiba bisa merasa kurang dihargai dan dicintai ketika mereka menerima perhatian yang kurang dari biasanya.

Ketakutan atau provokasi

Jika kucing merasa terancam karena manusia atau hewan lain yang terus-menerus mengganggunya, mereka bisa menyerang dengan menggigit sebagai peringatan untuk membiarkan mereka sendirian. Banyak gigitan kucing pada anak-anak terjadi dengan cara ini: seorang balita mungkin menganggap lucu untuk terus-menerus menyodok kucing dengan mainan bulu mereka, tetapi kucing mungkin tidak merasakan hal yang sama.

Secara umum, kucing suka hal-hal yang berjalan sesuai keinginan mereka. Mereka ingin bermain ketika ingin bermain, mereka ingin berpelukan ketika ingin berpelukan, dan seterusnya. Jika seseorang mencoba untuk membuat mereka berpartisipasi dalam sesuatu yang tidak ingin mereka lakukan, mereka akan menggigit agar dibiarkan sendirian.

Kebutuhan dasar tidak terpenuhi

Sama seperti kita semua, kucing membutuhkan makanan, air, tempat berlindung, dan perhatian untuk hidup bahagia. Jika kucing mengharapkan mangkuk makanannya diisi kembali setiap hari pada jam 5 sore ketika Anda pulang kerj, dan pada jam 5:30  masih belum ada makanan, maka kucing Anda mungkin terpaksa menggigit untuk memberi tahu Anda bahwa mereka membutuhkan sesuatu dari Anda.

Kucing tidak dapat berbicara untuk memberi tahu kita apa yang mereka inginkan atau butuhkan. Menggigit, selain mengeong dan mengeluarkan suara lainnya, adalah salah satu cara yang mereka lakukan agar mendapat perhatian Anda.

Komentar