Home » Anjing Lucu » Apa Alasan Anjing Menyerang Majikannya Sendiri?

Apa Alasan Anjing Menyerang Majikannya Sendiri?

Anjing menyerang majikannya memang cukup jarang terjadi, namun bukan berarti hal itu tak perlu diwaspadai. Kasus Bethany Stephens dari Virginia di tahun 2018 lalu cukup menyita perhatian. Wanita muda itu disinyalir tewas mengenaskan karena dibunuh oleh dua ekor anjing peliharaannya sendiri di hutan. Hal ini tentu sangat memprihatinkan mengingat anjing-anjing tersebut sudah dibesarkannya sejak masih kecil.

Anjing Marah

source: pinterest

Orang yang tidak pernah memelihara anjing wajar jika merasa khawatir dengan serangan dan gigitan anjing. Namun cukup aneh melihat seekor anjing justru menyerang tuannya sendiri dan bahkan lebih tragis membunuhnya. Apa yang terjadi pada si kaki empat sahabat manusia ini?

Seekor anjing tidak secara tiba-tiba mengembangkan niat untuk membunuh majikannya sendiri, tetapi dia menunjukkan tanda-tanda awal yang mungkin diabaikan oleh pemilik dan keluarganya. Sangatlah penting untuk mendeteksi tanda-tanda awal ini guna menghindari cedera dan kematian. Kebanyakan orang yang tidak bisa mendeteksi tanda-tanda ini adalah mereka yang belum memiliki hubungan yang jelas atau komunikasi yang baik dengan anjing mereka.

Para ahli mengatakan bahwa anjing bisa menjadi agresif ketika mereka merasa takut, dan alasan sebagian besar gigitan mereka adalah rasa takut. Anjing pada dasarnya adalah hewan teritorial dan mereka menjaga sesuatu yang sangat mereka hargai. Mereka akan mempertahankan tempat peristirahatan favorit mereka.

Anjing dapat menjadi agresif dalam berbagai hal. Tidak seperti manusia, anjing tidak tahu bagaimana berbicara sehingga kita harus melihat isyarat nonverbal mereka. Kita harus sangat peka terhadap hal itu.

Secara umum anjing tidak akan bertindak agresif kecuali ada pemicu. Menurut para ahli, salah satu alasan yang memungkinkan mengapa wanita di Virginia itu diserang oleh anjingnya sendiri adalah karena mereka merasakan ‘mangsa’ seperti tupai atau kelinci dan memutuskan untuk mengejarnya.

Jika wanita itu mengganggu anjing-anjingnya ketika mereka mengejar mangsa, mereka mungkin mengarahkan agresi mereka terhadapnya dan membunuhnya. Biasanya, ada beberapa serangan awal, manusia mencoba menghentikannya dan anjing bereaksi terhadapnya.

Jika Anda memiliki lebih dari satu ekor anjing, Anda harus memeriksa bagaimana mereka berperilaku satu sama lain. Perilaku kompetitif antar anjing dapat menyebabkan agresi yang berpotensi diarahkan kepada pemiliknya. Penting juga untuk melihat tanda-tanda sakit. Seekor anjing yang biasanya menyenangkan lebih mungkin menyerang jika sedang kesakitan.

Keamanan dimulai dari pemilik hewan peliharaan. Sama seperti kerabat serigala mereka, anjing adalah hewan kawanan dan mereka berperangai dengan cara yang sama. Mentalitas kawanan adalah struktur sosiologis yang diciptakan serigala untuk bertahan hidup. Mereka bekerja sebagai tim dan mereka memiliki ikatan keluarga yang dekat.

Jika Anda pernah melihat seekor anjing menarik pemiliknya dengan tali dan bukan sebaliknya, Anda mungkin mulai berpikir siapa memimpin siapa. Dalam hal ini, anjing mengambil peran sebagai pemimpin kawanan karena dia belum dilatih dengan benar. Sebagai pemilik, bagaimana Anda mengetahui anjing yang menganggap dirinya sebagai pemimpin di rumah?

Seekor anjing yang menganggap dirinya pemimpin akan sulit dikendalikan; dia duduk di mana saja yang dia suka, dia berjalan mendahului Anda dan memasuki ruangan di depan Anda, dia bangun sebelum Anda ingin bangun, dia ingin bermain dengan Anda sepanjang waktu, dan dia tidak mendengarkan saat Anda memanggilnya.

Hal-hal ini mungkin tampak bukan masalah yang berarti atau bahkan terlihat lucu, tetapi ini bisa jadi tanda bahwa ada kekosongan kepemimpinan antara pemilik hewan dengan anjing peliharaannya. Seekor anjing tidak akan berani menyentuh hal-hal yang menjadi milik pemimpin alpha karena bila dia melakukannya maka akan ada konsekuensi seperti hukuman.

Penting bagi pemilik untuk mengambil kendali dengan keterampilan kepemimpinan yang konsisten dan kuat sehingga anjing lebih mudah untuk dipelihara dan dilatih. Hal ini juga akan membuat anjing peliharaan menjadi anjing yang sangat baik, yang tidak akan bereaksi dengan perilaku ganas seperti menyerang atau menggigit.

Selalu utamakan keselamatan anak-anak. Catatan menunjukkan bahwa ada hampir 2.000 anak yang dilarikan ke rumah sakit setiap tahunnya karena diserang anjing. Lebih dari setengah gigitan anjing mengarah pada pipi, bibir, atau hidung karena tinggi mereka setara dengan tinggi anjing. Anak kecil atau orang bertubuh pendek yang berperilaku agak tidak biasa ketika memekik dan mencoba mengangkat mereka dapat membuat anjing sangat ketakutan dan memicu mereka untuk bertindak agresif.

Anjing biasanya menunjukkan tanda-tanda kecemasan sebelum mereka menyerang. Mereka akan merendah, menaruh ekor di bawah kakinya, menjilat bibirnya, atau melipat telinganya. Namun, anak kecil tidak tahu tentang hal-hal itu sehingga orang dewasalah yang harus selalu mewaspadainya.

Dengan semua gambar atau video gigitan dan serangan anjing yang ditampilkan di media, wajar bila orang-orang merasa takut pada anjing dan melihat mereka sebagai makhluk berbahaya, tetapi mereka sebenarnya tidak demikian. Anjing secara alami tidak akan menyerang orang kecuali mereka merasa ada ancaman terhadap diri mereka sendiri, wilayah mereka, atau kawanan mereka. Karena itulah para pemilik anjing harus lebih peka dalam menilai situasi ini.

Komentar