Home » Anjing Lucu » Standar Fenotipe Anjing Kintamani, Ras Asli Pulau Bali

Standar Fenotipe Anjing Kintamani, Ras Asli Pulau Bali

Anjing kintamani merupakan salah satu ras yang berasal dari pulau Kintamani, Bali. Anjing ini merupakan hasil persilangan dengan anjing Chow-chow, dan secara fenotipe, anjing kintamani dapat dengan mudah dikenali dan dibandingkan dengan anjing-anjing ras lokal lainnya. Hewan ini bahkan telah mendapatkan pengakuan dunia internasional secak tahun 1988 oleh PERKIN khusus untuk anjing kintamani berwarna putih spesifik.

Uji pengamatan lapangan dilakukan guna mengetahui perbandingan antara anjing kintamani hasil kenel pemuliabiakan dengan anjing kintamani di pulau Kintamani. Selanjutnya, ditetapkan susunan deskripsi serta standar fenotipe dari anjing kintamani ini. Hasilnya, terdapat beberapa perbedaan pada distribusi warna bulu. Bahkan, standar ini telah dipakai sebagai acuan dalam setiap kontes serta pameran anjing kintamani dengan adanya pengakuan PERKIN. Berikut ini beberapa standarisasi fenotipe anjing kintamani.

Standarisasi

Pengamatan dan penelitian guna memperoleh standar dari anjing kintamani ini perlu dilakukan secara berkelanjutan. Hal ini bertujuan untuk memperoleh gambaran sementara dari keunggulan anjing kintamani berbulu putih pesifik. Berikut ini beberapa standarisasi dari anjing kintamani berwarna putih spesifik.

Ciri Umum

Anjing kintamani memiliki ukuran tubuh sedang, proporsi tubuh, serta keseimbangan yang baik sehingga dapat digolongkan ke dalam kelompok anjing pekerja (working dog). Pengelompokan ini dilakukan oleh sistem FCI dimana anjing kintamani termasuk dalam grup V dengan ciri-cirinya sebagai anjing spitz dan tipe primitif seperti jenis basenji, chow-chow, dan samoyed. Selain itu, anjing ini juga memiliki bulu yang panjang dengan warna putih spesifik, cokelat, maupun hitam, serta memiliki tulang dan otot yang kuat. Sehingga tak mengherankan jika mereka dikelompokkan sebagai anjing pekerja.

Sifat Umum Anjing Kintamani

Anjing kintamani dikenal sebagai anjing pemberani, tangkas, dan tingkat kewaspadaan yang tinggi. Selain sebagai anjing pekerja, anjing kintamani juga dapat dimanfaatkan sebagai anjing penjanga dengan sifatnya tersebut. Mereka dapat menjadi anjing penjaga yang handal dengan kesetiaan dan pengabdian yang baik terhadap pemiliknya. Umumnya mereka akan menyerang atau sekedar bersikap galak pada hewan lain yang akan memasuki wilayah kekuasaannya dengan pergerakan bebas, lentur, dan ringan. Apabila mereka merasa terancam, maka anjing ini akan menggali tanah sebagai tempat perlindungan.

Struktur Kepala dan Sekitarnya

Anjing kintamani memiliki bentuk kepala yang lebar pada bagian atas dengan dahi serta pipi yang cenderung datar. Moncong dan rahangnya kuat senada dengan bentuk kepalanya dilengkapi dengan gigi-gigi yang kuat. Pergerakan dari gigi-gigi tersebut menyerupai pergerakan dari gunting. Warna bibirnya cenderung berwarna hitam atau cokelat tua. Anjing kintamani juga memiliki bentuk telinga yang panjang dengan jarak antar telinga yang cukup lebar.

Bentuk mata dari anjing ini lebih lonjong dibandingkan dengan ras anjing lainnya. Bentuknya menyerupai buah almond dengan bola mata berwarna cokelat. Selain itu, di sekitar matanya terdapat bulu mata berwarna putih yang menambah kesan indah pada anjing ini. Seiring dengan bertambahnya umur, hidung pada anjing kintamani akan berubah warna dari hitam ke cokelat tua maupun sebaliknya, tergantung pada musim.

Tinggi dan Bentuk Badan

Umunya anjing kintamani berjenis kelamin jantan memiliki tinggi sekitar 45-55 cm. Sedangkan anjing kintamani betina memiliki tinggi sekitar 40-45 cm dengan warna bulu putih spesifik atau kemerahan dan krem pada ujung telinga, bulu paha, serta ekornya. Adapun warna moncongnya hitam, begitu pula warna pada kelopak mata, anus, telapak kaki, dan skrotum.

Anjing ini memiliki leher panjang yang tampak anggun dengan otot yang kuat, sedangkan pada bagian dada dalam terlihat lebih lebar. Tubuh dari anjing kintamani betina biasanya lebih panjang jika dibandingkan dengan jenis kintamani jantan. Selain itu, anjing ini jug memiliki bulu kerah panjang yang berbentuk kipas. Kerah ini berada di bagian gumba, semakin panjang bulu kerah tersebut, maka semakin baik pula bentuknya.

Sedangkan pada bagian kaki terlihat lurus dan kuat baik di bagian depan maupun belakang. Gerakan kakinya ringan dengan tumit tanpa tajir. Pada ekor biasanya memiliki bulu yang bersurai sehingga posisinya tegak membentuk sudut 45 derajat. Namun dalam beberapa kasus ada juga ekor yang sedikit melengkung tanpa terjatuh atau melingkari bagian atas pinggang.

Distribustri Warna

Warna bulu pada anjing kintamani dikelompokkan menjadi 4 macam, di antaranya adalah:

  1. Warna hitam dengan sedikit campuran warna putih.
  2. Putih dengan sedikit warna merah kecoklatan pada bagian telinga, bulu paha belakang, serta ujung ekor.
  3. Coklat muda maupun tua pada moncong yang tampak sedikit kehitaman. Warna ini juga dikenal dengan istilah bangbungkem.
  4. Coklat tua atau muda dengan sedikit garis kehitaman.

Komentar