Home » Kucing Lucu » Alasan Kucing Dewasa Enggan Bermain dan Cara Menggodanya

Alasan Kucing Dewasa Enggan Bermain dan Cara Menggodanya

Apakah kucing Anda hanya duduk diam sambil menatap Anda ketika Anda melemparkan bola atau menjuntai tali padanya? Anda mungkin sudah paham bahwa kucing dewasa membutuhkan stimulasi dan aktivitas bermain, tapi dia sendiri diam saja ketika diajak bermain. Mari pelajari mengapa kucing Anda tampak malas dan enggan untuk bermain dan apa yang dapat Anda lakukan.

Kucing Santai

Kucing terbagi dalam berbagai tingkat kepribadian dan aktivitas. Semua anak kucing suka bermain, tetapi minat mereka pada permainan yang membutuhkan energi tinggi memuncak pada sekitar usia 4 hingga 5 bulan, dan menurun setelahnya. Begitu kucing mencapai usia dewasa, mereka terbagi ke dalam dua kelompok besar; ada kucing ‘bola bekel’ yang terus bermain dan ada kucing pangkuan yang lebih suka bersantai.

Ada banyak cara untuk mendorong kucing beraktivitas, yang sebenarnya menyehatkan tubuh dan otaknya. Dan mungkin ada masalah lain yang mempengaruhi minat kucing pada permainan, yang dapat dievaluasi menggunakan tes H.I.S.S., singkatan dari Health (kesehatan), Instinct (naluri), Stress (stres), dan Symptom (gejala).

Kesehatan

Kesehatan tentunya mempengaruhi tingkat aktivitas semua makhluk hidup, termasuk kucing. Masalah yang berkaitan dengan usia seperti radang sendi dapat mengurangi minat bermain kucing. Tetapi segala jenis masalah kesehatan yang membuat kucing merasa tidak enak badan, seperti cacingan misalnya, dapat mengurangi aktivitas kucing.

Naluri

Permainan kucing sebenarnya mirip dengan kegiatan naluriah berburu. Gerakan suatu benda memicu perilaku kucing untuk menepuk dan mengejar. Anak-anak kucing suka bermain sendiri dan dapat menghibur diri mereka sendiri. Mereka sangat senang memainkan mainan kucing dan mengejar kaki manusia, tetapi kucing dewasa membutuhkan stimulasi yang lebih langsung.

Stres

Segala jenis stres yang sering diakibatkan oleh perubahan mendadak dapat mempengaruhi tingkat aktivitas kucing. Kucing yang diliputi stres tidak akan mau bermain.

Gejala

Perubahan perilaku kucing bisa menjadi tanda kondisi kesehatan. Jika kucing Anda biasanya suka bermain tetapi tiba-tiba tidak aktif atau lesu, ada baiknya Anda memeriksakannya ke dokter hewan. Pemeriksaan dapat mengungkap berbagai masalah kesehatan, seperti infeksi saluran kemih, yang dapat diatasi dengan perawatan. Jika kucing Anda dalam keadaan sehat, maka Anda bisa mencari cara untuk merangsangnya agar lebih aktif bermain.

Mengajak kucing bermain

Mainan kucing

Seekor kucing dewasa telah melewati masa bermain-main ala anak kucing. Mereka bisa berubah menjadi sangat santai, tenang, dan cenderung enggan bermain sendiri. Kucing dewasa bahkan lebih suka melihat tingkah lucu Anda yang mengajaknya bermain, tapi dia sendiri malas bermain.

Anda mungkin sudah mencoba mainan catnip, tetapi ketahuilah bahwa tidak semua kucing bereaksi terhadap catnip. Sepertiga kucing tidak peduli. Catnip segar memang bisa mengubah kucing yang tadinya cuek menjadi bergairah karena catnip sangat menarik, jadi tak ada salahnya mencoba. Pergilah ke toko hewan peliharaan dan belilah catnip yang sedang tumbuh. Hancurkan daunnya dan lihat apakah kucing Anda bereaksi.

Mainan harus bisa bergerak untuk menarik perhatian kucing Anda. Belilah mainan tongkat plastik bulu burung. Kucing jarang bisa menahan dirinya dengan mainan ini. Bulu itu bisa dikejar-kejar dan bahkan diajak bergulat. Mainan lain yang juga bisa membuat kucing tertarik adalah pancingan yang ujungnya adalah boneka burung. Kucing akan berusaha menangkap ujung pancing dan bahkan menggigit burung di ujungnya.

Masih banyak jenis mainan interaktif yang bisa membuat kucing malas menjadi lebih aktif. Ingat, setiap kucing berbeda, jadi Anda harus memahami karakter kucing Anda sendiri sebelum memberinya mainan yang cocok.

Komentar