Home » Ikan Hias » 8 Penyebab Ikan Molly Mudah Sekali Mati di Akuarium

8 Penyebab Ikan Molly Mudah Sekali Mati di Akuarium

Sebagai ikan berukuran kecil yang memiliki banyak variasi, ikan molly adalah spesies ikan tropis favorit yang dapat hidup di air payau juga. Molly sering dipilih oleh pemula karena kuat dan damai. Karena mereka sering diklasifikasikan sebagai ikan tangguh yang dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi air, banyak aquarist pemula melakukan kesalahan dengan tidak memperhatikan kondisi perawatan idealnya.

Ikan Molly Sekarat

Ketidakseimbangan kondisi air akan membawa efek buruk yang mengarah pada penyakit dan kematian yang tampaknya muncul entah dari mana. Jadi, jika Anda penasaran mengapa ikan molly Anda gampang mati, kami akan menjelaskan berbagai kemungkinan penyebab di balik kematian molly di akuarium dan solusinya.

Alasan mengapa ikan molly mudah mati

Berikut adalah beberapa alasan mengapa ikan molly Anda gampang sekarat dan mati:

1. Kualitas air yang buruk

Kondisi air yang buruk adalah penyebab utama kematian ikan di akuarium. Entah itu akumulasi racun dalam jumlah besar atau perubahan parameter air, kualitas air yang buruk berkorelasi dengan penyakit dan kematian pada ikan molly.

Tingkat oksigen yang rendah di dalam air, air dengan suhu di luar kisaran yang dapat ditolerir molly, dan air keran yang tidak diobati/diendapkan yang dipakai saat penggantian air akuarium semuanya dapat menyebabkan masalah di akuarium Anda.

2. Siklus nitrogen akuarium bermasalah

Jika Anda memasukkan ikan molly ke akuarium yang baru disetup dan setelah satu minggu molly Anda mati satu per satu, masalahnya adalah akuarium Anda masih terlalu baru dan belum tersiklus.

Siklus akuarium atau siklus nitrogen adalah langkah yang tidak boleh Anda abaikan saat menyetup akuarium untuk ikan. Siklus diperlukan untuk membangun koloni bakteri yang sehat yang akan membantu menjaga kadar toksin (amonia dan nitrit) tetap terkendali dengan mengubahnya menjadi zat yang kurang berbahaya (nitrat).

Bahkan meski Anda sudah mencoba menyiklus akuarium, proses siklus mungkin saja gagal jika Anda baru pertama kali melakukannya. Siklus nitrogen memakan waktu beberapa minggu dan banyak aquarist kehilangan kesabaran menunggunya. Dengan harapan segalanya akan baik-baik saja, mereka menambahkan ikan terlalu dini sebelum siklus selesai.

Ini adalah kesalahan yang besar. Meski molly dianggap sebagai ikan yang kuat, mereka masih sensitif terhadap racun tinggi. Oleh karena itu, satu-satunya cara yang baik dan benar untuk menyiklus akuarium adalah membiarkannya tanpa ikan sampai siklus nitrogen selesai.

Singkatnya, siklus nitrogen memiliki langkah-langkah sebagai berikut:

  • Masukkan air keran yang sudah dideklorinasi atau diendapkan ke akuarium. Air kemasan jauh lebih baik untuk digunakan.
  • Masukkan sedikit pakan ikan seperti yang biasa Anda lakukan ketika memberi makan ikan (akuarium jangan diisi ikan dulu).
  • Pantau level amonia saat kadarnya melonjak. Gunakan test kit untuk mengukur kadar amonia.
  • Terus tambahkan sedikit pakan ikan ke dalam air untuk meningkatkan amonia.
  • Ketika kadar amonia sudah tinggi, mulailah memantau kadar nitrit juga menggunakan test kit.
  • Pantau penurunan kadar amonia dan kadar nitrit akan melonjak saat bakteri pemakan amonia sudah mulai berkembang.
  • Tunggu hingga kadar amonia dan nitrit turun ke nol dan nitrat muncul saat bakteri pemakan nitrit mulai berkembang.
  • Siklus nitrogen dianggap selesai ketika level amonia dan nitrit ada pada angka 0 ppm, sedangkan nitrat di bawah 20 ppm.

Setelah siklus nitrogen selesai, Anda dapat mulai menambahkan ikan molly satu per satu ke dalam akuarium dengan cara aklimatisasi yang benar. Caranya adalah apungkan kantong plastik berisi ikan molly ke permukaan akuarium selama setengah jam, lalu buka kantong dan masukkan sedikit demi sedikit air akuarium ke dalam kantong selama beberapa menit sampai molly terbiasa dengan suhu dan parameter air akuarium. Setelah itu masukkan molly.

Pantau kadar racun dan lakukan penggantian air mingguan untuk melarutkan racun dan tambahkan air segar ke akuarium.

3. Tingkat amonia tinggi

Terkadang setelah siklus nitrogen sudah berjalan, lonjakan kadar toksin yang tiba-tiba bisa saja terjadi, terutama jika ikan Anda menghasilkan banyak kotoran sebagai akibat dari makan berlebih dan terlalu banyak timbunan sisa makanan di akuarium.

Idealnya, amonia harus berada di angka 0 ppm di akuarium Anda, namun amonia dapat melonjak karena alasan-alasan berikut:

  • Sisa makanan ikan yang membusuk yang belum dikeluarkan dari akuarium.
  • Ikan mati yang membusuk di akuarium dan tidak dikeluarkan.
  • Substrat dan filter kotor.

Oleh karena itu, membersihkan media dan membilas filter serta mengangkat makanan yang tidak dimakan dapat menjaga kadar amonia tetap rendah. Jika siklus nitrogen telah dilakukan dengan benar dan pemeliharaan akuarium dilakukan secara teratur, maka seharusnya tidak ada kadar amonia di dalam akuarium.

4. Kelebihan penghuni

Penyebab Ikan Molly Mati

Terlalu banyak memelihara ikan di satu akuarium juga merupakan penyebab naiknya kadar racun dalam akuarium. Bahkan jika Anda memiliki akuarium yang besar dan Anda hanya menambahkan beberapa ekor molly ke dalam akuarium, dalam waktu satu bulan Anda mungkin akan mengalami masalah overstocking karena molly bisa berkembang biak dengan kecepatan tinggi dan menghasilkan banyak anak.

Dalam kasus ini, Anda harus berusaha untuk mengendalikan populasi mereka, caranya adalah dengan menjaga rasio satu pejantan dan tiga betina. Jika Anda memiliki terlalu banyak ikan (meski mereka hanya burayak) di akuarium, kadar oksigen bisa turun secara dramatis, yang bisa berakibat fatal bagi molly.

5. Makan berlebihan

Ikan molly benar-benar suka makan dan tampak tidak pernah puas, sehingga mungkin sulit bagi Anda untuk menahan keinginan memberi mereka lebih banyak makanan daripada yang sebenarnya mereka butuhkan.

Memberi makan berlebih menyebabkan molly menghasilkan banyak kotoran lebih dari yang Anda buang saat melakukan penggantian air mingguan. Dengan akumulasi produk kotoran dan kadar oksigen menurun, ikan menjadi sakit dan akhirnya mati.

6. Masalah suhu air

Molly hidup baik dalam suhu di kisaran 23 °C hingga 27 °C. Meski begitu, perubahan suhu mendadak tidak bisa ditoleransinya dengan baik dan harus dihindari. Heater adalah cara ampuh untuk menghindari lonjakan atau penurunan suhu air, jadi pertimbangkan untuk membeli heater berkualitas untuk akuarium ikan molly Anda.

7. Genetika yang buruk

Karena genetika memainkan peran penting dalam menentukan umur ikan, belilah molly dari peternak tepercaya yang hanya membiakkan ikan sehat. Ikan yang dibeli dari toko ikan hias mungkin lebih murah, tetapi sebaiknya Anda membayar sedikit lebih mahal dan mengambil ikan dari peternak agar kualitasnya lebih terjamin.

8. Penyakit dan parasit

Penyakit dan infeksi umum ikan yang disebabkan parasit juga dapat menyebabkan kematian yang tidak diinginkan di dalam akuarium. Penyakit tidak hanya dapat muncul karena kondisi akuarium yang buruk, tetapi juga karena dibawa melalui makanan, ikan lain, dan tanaman hidup.

Ich, busuk sirip, cacing, dan penyakit velvet adalah contoh beberapa penyakit ikan molly yang dapat menyebabkan kematian dini pada ikan Anda jika dibiarkan tidak diobati. Teliti penyakit yang dapat mempengaruhi molly dan carilah obat yang tepat untuknya agar ikan Anda selamat dari kematian.

Bagaimana menjaga agar ikan molly tetap sehat?

Fokus memelihara ikan yang sehat dan mencegah penyakit adalah cara terbaik untuk memperpanjang hidup ikan molly Anda. Inilah beberapa tips untuk menjaga ikan molly Anda tetap sehat:

Menu makanan seimbang

Makanan seimbang dan kaya nutrisi adalah salah satu dasar untuk menunjang sistem kekebalan tubuh yang kuat serta pertumbuhan dan perkembangan yang sehat pada ikan Anda. Ikan molly hidup dengan menu omnivora yang bervariasi serta dan mengandung bahan berbasis daging dan nabati.

Penggantian air rutin

Jangan malas melakukan penggantian air. Tergantung pada ukuran akuarium dan jumlah ikan dalam akuarium Anda, lakukan penggantian air 20-30% setiap minggu. Tes kadar racun dan gunakan air bersih, bebas klorin, dan bebas logam berat untuk mengisi akuarium. Selalu periksa parameter air ideal untuk ikan molly.

Perawatan akuarium

Membersihkan air saja tidak cukup, Anda juga harus meluangkan waktu untuk membersihkan substrat, dekorasi, permukaan bagian dalam akuarium, dan bilas filter setidaknya setiap bulan. Jika malas merawat, maka kotoran yang tidak diinginkan akan menumpuk, yang dapat menyebabkan lonjakan amonia dan bahkan meledaknya pertumbuhan alga di luar kendali.

Jangan pernah menggunakan air berklorin untuk membersihkan tanaman, dekorasi, atau filter karena Anda akan membunuh bakteri baik yang berkoloni di sana dan ini akan membahayakan ikan Anda dalam prosesnya.

Pencegahan penyakit dini

Pencegahan penyakit juga penting dalam menjaga kesehatan ikan molly. Meskipun tidak semua penyakit dapat dicegah, sebagian besar dapat dihindari atau diobati jika Anda bertindak cepat. Hati-hati saat Anda memasukkan ikan baru ke dalam akuarium. Karantina mereka terlebih dahulu untuk memantau apakah mereka membawa penyakit atau tidak. Baru kemudian masukkan mereka ke akuarium.

Bersihkan tanaman dan dekorasi yang akan Anda tambahkan ke akuarium karena ini juga dapat membawa penyakit dan parasit. Pelajari tentang penyakit dan pengobatan ikan molly, sehingga Anda dapat menemukan masalah sejak dini dan memberikan pengobatan sesegera mungkin.

Jika Anda melihat tanda-tanda stres atau tanda-tanda penyakit pada ikan, bertindaklah cepat dan carilah pengobatan sebelum terlambat. Buang ikan yang sakit atau mati dari akuarium untuk mencegah penyebaran penyakit dan pertimbangkan juga untuk melakukan perawatan akuarium secara menyeluruh.

Kesimpulan

Dengan perawatan yang tepat, Anda dapat memelihara ikan molly tanpa mengalami masalah. Keseimbangan lingkungan di akuarium dapat dengan mudah terganggu dan ini dapat membuka jalan bagi banyak masalah yang menyebabkan kematian ikan Anda. Jadi, jangan pernah bosan untuk melakukan perawatan rutin ya.

Tags:

Komentar