Home » Ayam » 8 Penyebab Ayam Berhenti Bertelur dan Solusinya

8 Penyebab Ayam Berhenti Bertelur dan Solusinya

Anda mungkin merasa heran atau bahkan sedih ketika tahu bahwa ayam-ayam Anda berhenti bertelur. Dengan memperhatikan masalah ini, Anda dapat mengidentifikasi apakah ayam Anda sedang sakit atau tidak. Itu sebabnya banyak peternak selalu melacak jumlah telur yang dihasilkan ayam-ayam mereka; dengan cara ini peternak langsung tahu jika ada sesuatu yang salah.

ayam berhenti bertelur

Ada banyak alasan mengapa ayam Anda berhenti bertelur, tetapi Anda tidak perlu terburu-buru mengambil keputusan. Di artikel ini kita akan membahas beberapa alasan paling umum mengapa ayam Anda berhenti bertelur dan apa yang dapat Anda lakukan untuk membuatnya bertelur lagi.

1. Makanan

Alasan paling umum mengapa ayam Anda berhenti bertelur adalah ada yang salah dengan makanan mereka. Apakah Anda baru saja mengubah menu mereka atau bahkan mengubah merek pelet yang Anda berikan pada ayam Anda?

Beberapa peternak melaporkan bahwa mereka pernah mengganti pakan pelet petelur untuk ayam-ayamnya dengan jagung giling. Saat diberi makan pelet petelur, mereka mendapatkan minimal 9 telur sehari dan setelah menggantinya dengan jagung giling, dalam hitungan hari mereka hanya mendapatkan 4-5 telur sehari!

Ini karena jagung giling tidak mengandung banyak protein dan ayam membutuhkan sekitar 20 gram protein setiap hari untuk terus bertelur. Ingatlah bahwa makanan apa pun yang Anda berikan pada ayam Anda, mereka membutuhkan menu seimbang yang tepat untuk memastikan tubuh mereka mampu menghasilkan telur.

Jika Anda memberi makan ayam betina Anda dengan pelet petelur dan mereka masih kesulitan untuk bertelur, pertimbangkan untuk memberi mereka makanan ringan yang tinggi protein seperti biji labu, oat, atau mealworm.

Aspek lain yang sering diabaikan dari makanan mereka adalah air. Jika ayam tidak memiliki akses ke air segar sepanjang hari, mereka pasti akan kesulitan bertelur.

2. Tidak Cukup Kena Sinar Matahari

Anda mungkin sudah memastikan ayam betina Anda mendapatkan banyak protein dan air segar, tetapi masih belum ada telur yang terlihat. Terkadang ini bisa menjadi sangat membingungkan. Sebenarnya, untuk bertelur ayam Anda membutuhkan banyak cahaya alami, setidaknya 14 jam sehari dan 16 jam bahkan lebih baik.

3. Mengerami Telur

Jadi ayam betina Anda cukup makan, mendapatkan banyak sinar matahari, tetapi mereka masih belum betelur, jangan putus asa. Anda mungkin memiliki indukan ayam pengeram dan dalam hal ini dia tidak akan bertelur tak peduli berapa banyak protein atau sinar matahari yang Anda sediakan untuknya.

Ketika seekor ayam betina menjadi pengeram, dia ingin menetaskan anak-anaknya sendiri, jadi dia akan duduk di atas telurnya selama 21 hari sampai semua telur menetas. Selama periode 21 hari ini, dia tidak akan bertelur.

Ada tanda-tanda yang jelas jika ayam Anda adalah ayam pengeram:

– Ayam akan duduk di kotak sarang sepanjang hari.

– Ayam akan menjadi sangat teritorial dan menghentikan apa pun yang mendekati telurnya.

– Dia akan menghilangkan bulu dadanya untuk memberi kehangatan dari tubuhnya untuk telur.

4. Ada Ayam Baru

Ayam Petelur

Ayam betina Anda mungkin bukan pengeram, tetapi masih tidak bisa menghasilkan telur. Apakah Anda baru saja memindahkan ayam atau memasukkan ayam baru ke dalam kawanan? Ayam suka rutinitas dan sedikit gangguan pada rutinitas mereka biasanya membuat mereka tidak bisa bertelur.

Gangguan rutin paling umum yang mereka alami adalah ketika mereka dipindahkan. Ini bisa terjadi ketika mereka diangkut ke rumah Anda setelah Anda membelinya, atau jika Anda memutuskan untuk memindahkan kandang mereka. Solusinya sebenarnya mudah, beri mereka waktu beberapa hari beradaptasi dan mereka akan mulai bertelur lagi.

Jika Anda baru saja memasukkan ayam baru ke dalam kawanan, ini juga dapat mengganggu rutinitas dan bertelurnya. Ketika ayam baru diperkenalkan, cenderung ada beberapa dorongan dan desakan selama beberapa hari pertama ketika mereka membangun tangga kekuasaan baru. Selama waktu ini mereka tidak akan bertelur, tetapi sekali lagi, setelah beberapa hari mereka akan mulai bertelur lagi.

5. Ras Ayam Tertentu Jarang Bertelur

Beberapa breed ayam tertentu tidak bertelur sebanyak breed ayam lain dan kita terkadang melupakan ini, terutama ketika kita mendengar tentang betapa hebatnya ayam petelur orang lain. Ras ayam seperti Rhode Island Red atau Buff Orpington dapat bertelur lebih dari 200 telur per tahun. Sedangkan ras lain seperti Ameraucana atau Silkie diketahui bertelur kurang dari 100 telur setahun.

6. Usia Tua

Anda punya ayam Rhode Island Red yang seharusnya bertelur lebih dari 200 telur setahun, namun mereka baru saja berhenti bertelur. Sayangnya saat ayam bertambah tua, jumlah telur yang mereka hasilkan pun menurun. Ayam akan menurun produktivitasnya setelah berusia sekitar 3 tahun.

Jika ayam Rhode Island Red Anda bertelur 200 di tahun pertama, mereka kemungkinan akan bertelur sekitar 168 butir telur di tahun kedua, 128 butir telur di tahun ketiga. Jumlah ini akan terus berkurang hingga sekitar 40 telur pada tahun kesepuluh.

Jika ayam Anda bertambah tua maka penurunan bertelur adalah hal yang wajar dan bisa dimaklumi. Tidak ada yang dapat Anda lakukan tentang hal ini dan itu adalah hal alami seiring pertambahan usia ayam Anda.

7. Penyakit

Jika Anda memiliki ayam muda yang mapan, yang diberi makan dengan baik, mendapat banyak cahaya alami, dan mereka tiba-tiba berhenti bertelur, kemungkinan besar mereka sakit.

Pilek: Gejala yang harus diwaspadai termasuk lubang hidung berlendir dan mereka berjalan-jalan dengan paruh terbuka karena mereka tidak bisa bernapas melalui hidung. Pastikan untuk mengisolasi ayam yang menurut Anda mungkin kena pilek untuk menghentikan penyebarannya ke seluruh kawanan.

Parasit: Ini termasuk kutu, tungau, dan cacing. Anda akan melihat cengger ayam Anda menjadi pucat dan mereka tidak akan berhenti menggaruk diri sendiri. Cara termudah untuk merawat parasit apa pun adalah dengan menyemprot kandang ayam dan ayam dengan larutan pembersih unggas yang banyak dijual di toko hewan ternak.

Molting: Banyak orang bingung menganggap gejala-gejala di atas sebagai penyakit, padahal sebenarnya itu adalah molting alias mabung. Ayam mabung setiap tahun dan bisa memakan waktu sekitar 6 hingga 12 minggu bagi mereka untuk menumbuhkan bulu baru; selama periode ini mereka tidak akan bertelur.

8. Stres

Jika Anda tidak menyadarinya, banyak situasi dalam daftar ini yang membuat ayam sangat stres. Penyakit, mengeram, kedatangan anggota kawanan baru, semua bisa membuat ayam stres. Stres, seperti pada sebagian besar makhluk menyebabkan penurunan produktivitas dan dalam hal ini itu berarti penurunan produksi telur.

Tetapi ada banyak hal lain yang dapat membuat ayam stres lebih dari masalah yang dibahas dalam artikel ini. Misalnya, keberadaan predator dapat membuat ayam ketakutan sehingga mereka kehilangan bulu, berhenti makan, berat badan turun, dan berhenti bertelur. Sayangnya, masalah ini bisa sulit untuk ditentukan karena pemangsa sering bersembunyi di luar pandangan kita tanpa sepengetahuan kita.

Jika Anda telah mengesampingkan semua masalah lain dalam daftar ini, lihatlah kesehatan emosional ayam Anda dan apa yang mungkin menyebabkan stres yang tidak semestinya. Terkadang ini mudah diatasi dan terkadang dibutuhkan beberapa penyelidikan.

Itulah beberapa hal yang bisa membuat ayam petelur Anda berhenti bertelur. Setelah Anda memahami segala situasi di atas, Anda tidak perlu khawatir lagi karena kini Anda sudah tahu cara untuk mengatasinya. Semoga artikel ini bermanfaat ya untuk Anda dalam beternak ayam petelur!

 

Lihat juga :

Komentar