Home » Mamalia » 8 Fakta Tentang Babi, Hewan Cerdas yang Dianggap Bodoh

8 Fakta Tentang Babi, Hewan Cerdas yang Dianggap Bodoh

Babi adalah salah satu hewan paling serbaguna yang dijinakkan manusia. Seringkali kita menganggap mereka sebagai binatang rakus, kotor, dan bodoh, tetapi siapa pun yang memelihara babi pasti tahu bahwa hewan satu ini sebenarnya memiliki keistimewaan tersendiri. Meskipun benar babi akan memakan apa saja, persepsi kita yang lain tidak sepenuhnya akurat.

Gambar Babi

Berikut adalah beberapa fakta mengasyikkan tentang babi yang perlu Anda ketahui.

1. Manusia dua kali menjinakkan babi

Manusia sudah mengenali kegunaan babi sejak lama. Dua budaya berbeda yang terpisah ribuan kilometer sama-sama menjinakkan babi liar atau babi hutan di waktu yang berbeda. Di dekat tempat yang sekarang menjadi Turki modern, para pemukim sana memelihara babi hutan yang datang ke desa mereka untuk mencari sisa-sisa makanan sekitar 10.000 tahun yang lalu. Penelitian juga menunjukkan bahwa sekitar 8.000 tahun yang lalu babi liar dipelihara di Lembah Mekong di Tiongkok.

2. Babi punya reputasi kotor/jorok

Terlepas dari domestikasi dan kegunaannya, babi tidak disukai sampai derajat tertentu sejak 1000 SM. Perjanjian Lama, khususnya Kitab Imamat, menganggap babi kotor dan melarang konsumsi produksi babi. Umat Islam juga menganggap babi sebagai hewan yang najis. Meski ada banyak teori tentang mengapa babi dipandang rendah, alasan yang paling mungkin adalah bahwa babi senang memakan apa saja, termasuk makanan yang membusuk dan bahkan kotoran.

3. Babi punya tempat dalam zodiak China

Babi adalah simbol ke-12 dalam siklus 12 tahun zodiak China. Mereka mendapat tempat terakhir dalam perlombaan mitologis untuk menentukan tempat masing-masing hewan di zodiak. Babi, yang kelaparan dan kemudian mengantuk selama perlombaan, adalah hewan terakhir yang tiba di sebuah pertemuan yang digelar oleh Kaisar Langit. Terlepas dari reputasi buruknya dalam cerita rakyat China, orang yang lahir pada tahun babi dianggap sebagai perencana yang baik yang bekerja keras untuk mencapai tujuan.

4. Babi bisa menyelamatkan manusia

Babi Makan

Jika Anda membutuhkan katup jantung baru, seekor babi bisa menyelamatkan Anda. Katup jantung babi bisa digunakan untuk membuat katup jantung bagi manusia. Menurut Harvard Health Publishing, katup ini bertahan sekitar 15 tahun dan biasanya tidak memerlukan penggunaan obat anti-pembekuan seperti halnya katup mekanis.

Terlebih lagi, babi umumnya dianggap sebagai pilihan terbaik untuk xenotransplantasi atau transplantasi organ antara manusia dan hewan. Mereka cukup mirip dengan kita sehingga organ-organ mereka dapat bekerja dengan baik di tubuh kita. Infeksi lintas-spesies bisa saja terjadi, tetapi resikonya tidak sebesar pada primata lainnya. Namun penelitian lebih lanjut diperlukan karena percobaan ini telah menghasilkan penolakan terhadap beberapa transplantasi.

5. Babi adalah hewan yang cerdas dan emosional

Sebuah tinjauan studi babi yang diterbitkan dalam International Journal of Comparative Psychology menunjukkan bahwa babi memiliki psikologi yang kompleks yang baru kita pahami. “Babi menunjukkan karakteristik perilaku dan emosi yang konsisten yang telah dideskripsikan dengan berbagai kepribadian, misalnya gaya menghadapi sesuatu, jenis tanggapan, temperamen, dan kecenderungan perilaku,” catat para penulis.

Tinjauan itu juga menemukan bahwa babi merespons emosi satu sama lain. “Penularan emosi pada babi melibatkan tanggapan terhadap antisipasi babi lain terhadap kejadian positif atau negatif, yang mengungkapkan pentingnya faktor sosial dalam emosi.”

6. Babi bisa menggunakan alat

Ekolog Meredith Root-Bernstein mempelajari beberapa babi khusus di Prancis ketika dia memperhatikan sebuah perilaku yang belum pernah dicatat sebelumnya. Babi kutil Visayan mampu menggunakan tongkat dan sisa-sisa kulit kayu untuk membangun sarang.

Babi-babi istimewa ini terancam punah, itulah sebabnya Meredith mempelajarinya di lingkungan kebun binatang, tetapi perilakunya penting untuk dicatat. Pembangunan sarang tidak terjadi setiap saat, hanya setiap enam bulan sekali atau lebih ketika babi akan memiliki anak.

Meredith mengatakan kepada National Geographic bahwa pengamatan itu penting karena perilaku babi liar seperti ini sering tidak dipelajari dan bahkan mungkin tidak disadari. Terebih lagi, ini adalah sifat babi yang sama dengan manusia.

“Itu membawa kita lebih dekat dengan binatang dan membantu kita menyadari bahwa itu semua terhubung,” ujar Meredith.

7. Babi tidak benar-benar berkeringat

Ada ungkapan Barat “berkeringat seperti babi,” tetapi kenyataannya babi tidak banyak berkeringat. Keringat adalah cara agar hewan berdarah panas tetap dingin, tetapi mereka membutuhkan kelenjar keringat fungsional untuk melakukan itu. Babi memiliki kelenjar itu, tetapi tidak bekerja dengan baik. Itulah sebabnya babi suka berguling-guling di lumpur agar tetap dingin.

8. Penglihatan babi buruk, tapi penciumannya bagus

Babi dapat melihat benda-benda di sepanjang sisi kepala mereka -berguna untuk melihat makanan, babi lain, dan calon pemangsa- tetapi mereka tidak bagus dalam melihat apa yang ada di depan mereka. Mereka menebus kekurangan penglihatan frontal ini dengan penciuman yang luar biasa. Babi dapat menggunakan moncong panjangnya untuk mendeteksi makanan, dan berkat sedikit otot ekstra yang memberikan kelenturan, moncong babi juga dapat menggali tanah untuk mencari makanan.

Tags:

Komentar