Home » Reptil » 17 Jenis Buaya dari yang Terbesar Sampai yang Terkecil

17 Jenis Buaya dari yang Terbesar Sampai yang Terkecil

Buaya adalah reptil semiakuatik besar yang menyebar di hampir seluruh wilayah bumi, dari Asia, Afrika, Amerika, dan Australia. Buaya memiliki rahang yang kuat dengan banyak gigi berbentuk kerucut dan kaki pendek dengan jari cakar berselaput. Mereka memiliki bentuk tubuh yang unik yang memungkinkan mata, telinga, dan lubang hidung mereka berada di atas permukaan air sementara sebagian besar tubuhnya tersembunyi di dalam air. Ekornya panjang dan besar, sedangkan kulitnya tebal dan berlapis.

Ada 17 spesies buaya yang masih hidup yang diakui ilmuwan. Berikut adalah deskripsi masing-masing buaya beserta gambarnya dan status konservasinya menurut Status Konservasi IUCN Red List.

Daftar Spesies Buaya

1. Buaya Amerika (Crocodylus acutus)

Sebaran: Di seluruh Basin Karibia, termasuk banyak pulau Karibia dan Florida Selatan.

Gambar Buaya Amerika

Buaya Amerika adalah spesies berukuran besar dengan warna keabu-abuan dan moncong berbentuk V yang menonjol. Mereka lebih suka air payau, tetapi juga mendiami bentangan sungai yang lebih rendah dan lingkungan laut yang sebenarnya. Mereka adalah salah satu spesies langka yang menunjukkan perilaku melaut rutin, yang menjelaskan persebaran luas mereka di seluruh perairan Karibia.

Buaya ini juga ditemukan di danau hipersalin seperti Lago Enriquillo, di Republik Dominika, yang memiliki salah satu populasi terbesar spesies ini. Makanannya sebagian besar terdiri atas vertebrata air dan darat. Mereka diklasifikasikan sebagai Rentan, tetapi populasi lokal tertentu berada di bawah ancaman yang lebih besar.

2. Buaya Irian Hall (Crocodylus halli)

Sebaran: Pulau Nugini, selatan Dataran Tinggi Pulau Nugini

Gambar Buaya Irian Halli

Buaya Irian Hall adalah yang buaya kecil yang sangat mirip dan bahkan sudah lama diklasifikasikan sebagai buaya Irian, yang sekarang dianggap berbeda secara genetis. Mereka dinamai sesuai nama Philip M. Hall, seorang peneliti di University of Florida yang melakukan studi awal untuk memperjelas kekhasan spesies ini.

Buaya ini hidup di selatan penghalang gunung yang membagi wilayah kedua spesies. Secara fisik mereka dapat dibedakan dari buaya Irian melalui maksila yang lebih pendek dan elemen postkranial yang membesar. Elemen kranial masih dapat sangat bervariasi di antara spesies ini, dan populasi dari Danau Murray memiliki kepala yang jauh lebih lebar daripada yang berasal dari Sungai Aramia.

3. Buaya Orinoco (Crocodylus intermedius)

Sebaran: Kolombia, Venezuela

Gambar Buaya Orinoco

Buaya Orinoco adalah spesies buaya besar dengan moncong yang relatif memanjang dan warna cokelat pucat dengan marking coklat tua yang tersebar. Mereka utamanya tinggal di Cekungan Orinoco. Meski memiliki moncong yang agak sempit, mereka memangsa beragam vertebrata, termasuk mamalia besar. Buaya Orinoco adalah spesies yang terancam punah.

4. Buaya Air Tawar (Crocodylus johnstoni)

Sebaran: Australia barat

Gambar Buaya Air Tawar

Buaya air tawar adalah spesies kecil dengan moncong yang sempit dan memanjang. Mereka memiliki warna coklat muda dengan pita lebih gelap di badan dan ekor. Buaya ini hidup di sungai dengan jarak yang cukup jauh dari laut untuk menghindari konfrontasi dengan buaya muara. Mereka sebagian besar makan ikan dan vertebrata kecil lainnya.

5. Buaya Filipina (Crocodylus mindorensis)

Sebaran: Endemik Filipina

Gambar Buaya Filipina

Buaya Filipina adalah spesies yang relatif kecil dengan moncong yang agak lebar. Mereka memiliki kulit punggung yang berat dan warna coklat keemasan yang menjadi gelap saat dewasa. Buaya ini lebih menyukai habitat air tawar dan memakan berbagai vertebrata kecil hingga sedang. Selain berstatus Terancam Punah, Buaya Filipina juga merupakan spesies buaya yang paling terancam.

6. Buaya Morelet (Crocodylus moreletii)

Sebaran: Wilayah Atlantik Meksiko, Belize, dan Guatemala

Gambar Buaya Morelet

Dikenal juga sebagai buaya Meksiko, reptil satu ini berukuran kecil hingga sedang dengan moncong yang agak lebar. Mereka memiliki warna coklat keabu-abuan gelap dan ditemukan di sebagian besar berbagai habitat air tawar. Mereka makan mamalia, burung, dan reptil. Buaya Meksiko terdaftar sebagai Berisiko Rendah.

7. Buaya Nil (Crocodylus niloticus)

Sebaran: Sub-sahara Afrika

Gambar Buaya Sungai Nil

Buaya Nil adalah spesies besar dan agresif dengan moncong besar, terutama pada hewan yang lebih tua. Mereka memiliki warna perunggu gelap dan semakin gelap saat dewasa. Mereka hidup di berbagai habitat air tawar, tetapi juga bisa ditemukan di air payau. Buaya Nil adalah predator puncak yang mampu memangsa beragam vertebrata Afrika, termasuk ungulat (hewan berukuku) dan predator berukuran besar lainnya. Spesies ini terdaftar sebagai Berisiko Rendah.

8. Buaya Irian (Crocodylus novaeguineae)

Sebaran: Pulau Nugini, di utara Dataran Tinggi Nugini

Gambar Buaya Irian

Buaya Irian adalah spesies buaya kecil dengan warna abu-abu-coklat dan marking coklat sampai hitam di ekor. Buaya muda memiliki moncong berbentuk V yang lebih sempit dan menjadi lebih lebar saat dewasa. Mereka lebih menyukai habitat air tawar, meskipun juga toleran terhadap air asin, demi menghindari persaingan dan pemangsaan oleh buaya muara. Spesies ini memakan vertebrata kecil hingga menengah.

9. Buaya Mugger (Crocodylus palustris)

Sebaran: Anak benua India dan negara-negara sekitarnya

Gambar Buaya Mugger

Buaya Mugger adalah buaya berukuran sedang dengan moncong yang sangat lebar dan penampilan seperti aligator. Warnanya abu-abu gelap sampai coklat. Sisiknya yang membesar di sekitar leher membuatnya terlihat kekar dan menakutkan. Mereka lebih suka aliran sungai yang lambat, rawa, dan danau. Mereka juga dapat ditemukan di rawa-rawa pantai, tetapi menghindari daerah yang dihuni oleh buaya muara. Makanan mereka adalah beragam vertebrata.

10. Buaya Air Asin / Buaya Muara (Crocodylus porosus)

Sebaran: Di seluruh Asia Tenggara, Australia Utara, dan perairan di sekitarnya

Gambar Buaya Muara

Buaya air asin atau buaya muara adalah reptil hidup terbesar dan paling agresif dari semua buaya. Mereka adalah spesies berkepala besar dan memiliki moncong yang relatif lebar, terutama ketika semakin tua. Warnanya kuning pucat dengan garis-garis hitam ketika muda, tapi berwarna kehijauan gelap saat dewasa.

Buaya ini tinggal di lingkungan payau dan laut serta bentangan sungai yang lebih rendah. Spesies ini memiliki sebaran terluas dari semua buaya. Spesimen yang ditandai oleh ilmuwan menunjukkan perilaku unik, yaitu melakukan perjalanan laut dalam jarak jauh. Mereka adalah predator puncak di seluruh jajarannya dan memangsa hampir semua hewan dalam jangkauannya. Mereka dikategorikan sebagai Beresiko Rendah dengan beberapa populasi yang berisiko lebih besar.

11. Buaya Kalimantan (Crocodylus raninus)

Gambar Buaya Kalimantan

Sebaran: Pulau Kalimantan

Buaya Kalimantan sebenarnya adalah spesies buaya air tawar yang dianggap sama dengan buaya muara.

12. Buaya Kuba (Crocodylus rhombifer)

Sebaran: Hanya ditemukan di Rawa Zapata dan Isle of Youth of Kuba

Gambar Buaya Kuba

Buaya Kuba adalah spesies buaya kecil namun sangat agresif yang lebih menyukai rawa air tawar. Warnanya cerah bahkan ketika dewasa dan sisiknya memiliki tampilan “berkerikil.” Mereka adalah spesies yang relatif terestrial dengan gerakan gesit di darat dan terkadang menampilkan perilaku berburu terestrial. Moncongnya lebar dengan rahang atas yang tebal dan gigi yang besar.

Karakteristik unik dan catatan fosil menunjukkan diet mereka yang agak terspesialisasi di masa lalu, yaitu memangsa megafauna seperti kukang raksasa. Spesies ini terkadang menunjukkan perilaku berburu dalam kawanan, yang mungkin menjadi kunci untuk berburu spesies besar di masa lalu meskipun ukurannya kecil. Saat ini kebanyakan mangsanya adalah vertebrata kecil hingga menengah. Mereka berstatus Sangat Terancam Punah dan populasi liar yang tersisa berada di bawah ancaman hibridisasi.

13. Buaya Siam (Crocodylus siamensis)

Sebaran: Indonesia, Brunei, Malaysia Timur, dan Indochina selatan

Gambar Buaya Siam

Buaya Siam agak kecil dan lebih menyukai habitat air tawar. Mereka memiliki moncong yang relatif lebar dan warna hijau zaitun sampai hijau gelap. Mereka memakan berbagai vertebrata kecil hingga menengah. Buaya Siam berstatus Sangat Terancam Punah, tetapi mungkin sudah punah di alam liar; statusnya kini tidak diketahui.

14. Buaya Afrika Barat (Crocodylus suchus)

Sebaran: Afrika Barat dan Tengah

Gambar Buaya Afrika Barat

Studi terbaru mengungkapkan bahwa buaya Afrika Barat adalah spesies yang berbeda dengan buaya Nil yang berukuran lebih besar. Mereka memiliki moncong yang sedikit lebih sempit dan jauh lebih kecil dibandingkan dengan sepupunya yang lebih besar itu.

15. Buaya Kerdil (Osteolaemus tetraspis)

Sebaran: Afrika Barat

Gambar Buaya Kerdil

Buaya kerdil adalah yang jenis buaya terkecil dari semua spesies buaya yang masih hidup. Mereka masuk dalam genus monotipiknya sendiri; namun studi terbaru menunjukkan bahwa mungkin ada dua atau bahkan tiga spesies berbeda. Mereka berkulit tebal dengan warna hitam seragam pada buaya dewasa, sementara buaya remaja memiliki garis warna coklat yang lebih muda.

Buaya kerdil hidup di hutan tropis Afrika Barat. Mereka memakan vertebrata kecil dan invertebrata air besar. Buaya kerdil adalah spesies yang cukup terestrial dan menunjukkan perilaku berburu terrestrial terutama di malam hari. Spesies ini dikategorikan Rentan.

16. Buaya Moncong Ramping Afrika Barat (Mecistops cataphractus)

Sebaran: Afrika Barat

Gambar Buaya Moncong Ramping Afrika Barat

Ini adalah spesies berukuran sedang dengan moncong sempit dan memanjang. Mereka tinggal di habitat air tawar di hutan tropis benua. Buaya ini sebagian besar memangsa ikan, tetapi juga bisa memangsa vertebrata kecil dan menengah lainnya. Buaya moncong ramping Afrika Barat adalah spesies yang terancam punah.

17. Buaya Moncong Ramping Afrika Tengah (Mecistops leptorhynchus)

Sebaran: Afrika Tengah

Gambar Buaya Moncong Ramping Afrika Tengah

Buaya moncong ramping Afrika Tengah berukuran sedang dan ditemukan di daerah berair di hutan hujan lebat. Mereka biasanya memakan ikan. Data konservasinya tidak memadai, tetapi diklasifikasikan sebagai Sangat Terancam Punah ketika disamakan dengan M. cataphractus, meskipun M. leptorhynchus memiliki jumlah yang lebih baik di wilayah jelajahnya.

Tags:

Komentar