Home » Ikan Hias » 16 Jenis Ikan, Keong, dan Udang Pemakan Alga Terbaik

16 Jenis Ikan, Keong, dan Udang Pemakan Alga Terbaik

Apakah Anda sedang mencari “kru bersih-bersih” untuk membantu mengendalikan pertumbuhan alga atau ganggang di akuarium air tawar Anda? Jangan khawatir karena di artikel ini Anda akan belajar bagaimana memilih hewan pemakan alga terbaik untuk akuarium. Kami juga akan membahas beberapa jenis alga yang harus diberantas dari akuarium Anda.

Alga di akuarium

Mari kita mulai bersama-sama.

Apa itu pemakan alga?

Alga alias ganggang adalah masalah yang umum dijumpai di akuarium air tawar. Menyingkirkannya bisa cukup mudah asalkan Anda mengisi akuarium dengan beberapa hewan pemakan alga yang rakus. Istilah pemakan alga (kadang-kadang juga disebut sebagai “kru pembersih”) digunakan untuk menggambarkan spesies yang memakan alga, baik secara eksklusif atau sebagai bagian dari makanan alami mereka.

Pemakan alga dapat berupa spesies ikan atau bahkan invertebrata seperti spesies keong atau udang. Beberapa pemakan alga memakan jenis alga tertentu, sementara yang lain memakan lebih banyak jenis alga. Ada pula jenis lain yang bisa memakan tanaman akuarium, jadi berhati-hatilah saat memasukkan pembasmi alga ke akuarium yang penuh tanaman.

Hal-hal yang harus dipertimbangkan

Sebelum memilih pemakan ganggang untuk akuarium Anda, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan. Pertama dan terpenting, jenis alga apa yang Anda miliki di akuarium Anda? Jika Anda berurusan dengan jenis alga tertentu, maka Anda perlu memilih pemakan alga yang mau memakan jenis alga tersebut.

Pada akuarium yang mempunyai masalah ganggang parah, Anda bisa menambahkan dua atau tiga jenis hewan pemakan alga ke dalam akuarium (asalkan mereka bisa hidup akur bersama). Lalu apa saja jenis-jenis alga yang mungkin Anda temukan di akuarium?

Berikut ini adalah jenis-jenis alganya

Hair algae – Juga dikenal sebagai alga berfilamen atau alga benang, alga rambut berwarna hijau muda dan tumbuh dalam filamen tipis. Mereka tumbuh dengan cepat dan melekat pada permukaan akuarium apa pun.

Brown algae – Juga dikenal sebagai diatom, alga coklat adalah alga bersel tunggal yang berwarna coklat. Alga ini mulanya tampak sebagai debu di permukaan akuarium kemudian berubah menjadi lapisan tebal selama beberapa hari.

Brown slime algae – Juga dikenal sebagai dinoflagellata, brown slime algae bersifat simbiotik; mereka menyediakan nutrisi untuk invertebrata seperti keong tetapi juga dapat menguasai akuarium.

Blue green algae – Juga dikenal sebagai cyanobacteria, alga hijau biru sebenarnya berwarna merah muda dalam banyak kasus. Ganggang ini bersel tunggal dan muncul di satu atau dua tempat tetapi cepat menyebar.

Black beard algae – Seringkali berwarna ungu gelap atau hitam, black beard algae biasanya tumbuh pada tanaman akuarium.

Green spot algae – Alga jenis ini tumbuh di akuarium dengan pencahayaan yang terang dan mungkin sulit untuk dihilangkan. Ini biasanya tumbuh di dinding akuarium dan tanaman yang tumbuh lambat.

Green algae – Alga jenis ini juga dikenal sebagai algae bloom (ledakan populasi ganggang) dan itu bisa terjadi jika Anda tidak mengatur siklus akuarium dengan benar atau jika pencahayaannya terlalu terang.

Nah, saat mempertimbangkan opsi untuk pemakan alga, Anda juga perlu memikirkan kondisi akuarium Anda. Ikan, keong, dan udang pemakan ganggang semuanya memiliki persyaratan perawatan sendiri sehingga Anda harus memilih mana yang paling cocok dengan kondisi di akuarium Anda atau mengubah kondisi akuarium agar sesuai dengan hewan pemakan alga baru Anda.

Anda juga perlu mempertimbangkan bagaimana tingkat perawatan hewan pemakan alga. Beberapa spesies membutuhkan lebih banyak perawatan daripada yang lain, terutama dalam hal pemberian makanan tambahan. Kecuali jika akuarium Anda menghasilkan banyak alga, Anda mungkin perlu melengkapi menu makanan hewan pemakan alga dengan beberapa jenis sayuran atau dengan wafer dan pelet alga.

Jenis ikan pemakan alga

Beberapa ikan air tawar memakan makanan nabati, sementara yang lainnya adalah karnivora. Ikan pemakan alga adalah herbivora secara diet, sehingga mereka cenderung mau menerima makanan nabati selain memakan alga.

Mari kita bahas pilihan Anda:

1. Siamese Algae Eater (Nama Ilmiah: Crossocheilus oblongus)

Gambar Ikan Siamese Algae Eater

Siamese algae eater (SAE) adalah salah satu ikan pemakan alga yang paling efektif karena mau memakan berbagai jenis alga. Ikan SAE juga hebat karena mereka mau memakan sebagian alga yang diabaikan oleh pemakan alga lainnya seperti black beard algae.

Spesies ini juga cukup damai dan relatif mudah dirawat sehingga mereka bisa menjadi pilihan yang baik bagi penggemar akuarium pemula untuk membantu mengendalikan alga di akuarium baru. Siamese algae eater membutuhkan ukuran akuarium 75-100 liter dan mereka lebih suka pH antara 6,5 ​​sampai 7,0 dengan suhu antara 24 °C sampai 26 °C.

Ikan ini dapat ditampung di akuarium komunitas dan mereka cukup mudah dirawat selama mereka memiliki cukup alga untuk dimakan. Tak ada salahnya untuk menambah menu makan mereka dengan wafer atau pelet alga untuk memastikan mereka tidak kelaparan.

2. Chinese Algae Eater (Nama Ilmiah: Gyrinocheilos aymonieri)

Gambar Ikan CAE

Chinese Algae Eater (CAE) mudah dirawat dan bekerja dengan baik dalam akuarium berukuran setidaknya 100 liter. Namun ikan ini bisa tumbuh cukup besar (hingga 25 cm di alam liar) dan mereka cenderung menjadi lebih agresif ketika mereka tumbuh. Untuk alasan ini, Anda harus berhati-hati menaruhnya di dalam akuarium dengan spesies ikan yang damai.

Di sisi lain, agresi mereka dapat menjadi sesuatu yang baik. Mereka adalah satu-satunya pemakan alga yang dapat dipelihara dengan spesies besar dan semi-agresif seperti cichlid. Ikan CAE lebih suka pH antara 6,8 dan 7,4 dengan KH antara 8 dan 10. Mereka lebih suka suhu air yang hangat dan membutuhkan diet herbivora untuk menambah makanan alga mereka.

CAE bukanlah salah satu pemakan alga yang paling efektif dalam daftar ini karena mereka cenderung menjadi malas saat bertambah besar, tetapi mereka dapat memakan berbagai jenis alga saat muda. Anda juga harus memberi spesies ini tempat persembunyian seperti batang berlubang atau gua batu.

3. Twig Catfish (Nama Ilmiah: Rineloricaria lanceolate)

Ikan Twig Catfish

Ikan ini memiliki tubuh yang panjang dan kurus dan panjangnya sekitar 10 cm. Twig catfish bersifat jinak sehingga mereka cocok dengan spesies damai seperti tetra dan ikan livebearer lainnya, meskipun mereka dapat dibully oleh cichlid dan ikan yang lebih besar.

Meskipun dulunya sangat jarang, ikan ini menjadi semakin tersedia karena semakin banyak penggemar akuarium yang menyadari manfaatnya. Ikan ini paling baik dipelihara berpasangan dan membutuhkan ukuran akuarium minimal 45 liter. Mereka lebih suka air lunak sedang dengan pH antara 6,0 dan 8,0 -mereka tidak cocok dengan perubahan dalam kimia air dan mereka akan memakan sebagian besar jenis alga tetapi masih membutuhkan makanan tambahan.

Dibanding ikan pemakan alga lain dalam daftar ini, twig catfish adalah salah satu yang membutuhkan perawatan lebih khusus daripada yang lain. Mereka juga membutuhkan tempat untuk bersembunyi di dalam akuarium karena mereka cenderung sangat pemalu.

4. Otocinclus Catfish (Nama Ilmiah: Otocinclus sp.)

Gambar ikan Otocinclus

Salah satu pemakan alga terkecil dalam daftar ini, lele otocinclus tumbuh hingga maksimum 5,5 cm. Ikan ini memiliki penampilan yang mirip dengan Chinese algae eater yang lebih besar, tetapi oto jauh lebih damai. Spesies ini akan hidup baik di akuarium komunitas dan bisa bergaul dengan ikan perairan bawah lainnya, tetapi mereka tidak boleh dipelihara dengan spesies besar atau agresif seperti cichlid.

Otocinclus cukup mudah dirawat, tetapi mereka membutuhkan akuarium besar setidaknya 100 liter untuk memastikan mereka memiliki cukup alga untuk dimakan dan karena mereka paling baik dipelihara dalam kawanan. Mereka lebih suka pH antara 6,5 ​​dan 7,5, tetapi dapat mentolerir beberapa variasi dalam kimia air. Ikan ini sangat rajin menghilangkan alga coklat dan mereka memakannya dengan cepat sebelum menjadi masalah di akuarium Anda.

5. Whiptail Catfish (Nama Ilmiah: Rineloricaria sp.)

Gambar Whiptail Catfish

Sebagai spesies lele berkulit keras, whiptail catfish cukup mudah dirawat dan memiliki temperamen yang damai. Ikan ini hadir dalam warna-warna netral seperti hitam dan cokelat dan mereka tumbuh hingga 15 cm panjangnya, sehingga mereka membutuhkan akuarium setidaknya 200 liter.

Whiptail catfish bersifat omnivora, jadi selain memakan alga mereka juga memakan detritus seperti makanan ikan yang tidak dimakan. Ikan ini lebih suka KH antara 4 dan 8 dengan pH di kisaran 6,5 hingga 7,0. Suhu air yang mereka sukai berkisar dari 22 °C sampai 26 °C karena mereka berasal dari daerah tropis di Amerika Selatan.

6. Bristlenose Pleco (Nama Ilmiah: Ancistrus temminckii)

Ikan Bristlenose Pleco

Juga dikenal sebagai lele bristlenose atau brasmut, spesies ini dinamai demikian karena proyeksi seperti kumis pada moncongnya. Ikan ini mudah dirawat, meskipun mereka tumbuh dengan panjang sekitar 12 cm. Bristlenose pleco cocok dengan spesies paling damai dan mereka akan mentolerir berbagai kondisi akuarium. Namun mereka lebih suka pH antara 6,5 ​​dan 7,5 dengan air yang sedikit sadah hingga agak lunak.

Ukuran akuarium minimum yang disarankan adalah 75 liter dan mereka umumnya membutuhkan makanan tambahan seperti wafer alga, meskipun mereka akan memakan green spot algae.

7. Molly (Nama Ilmiah: Poecilia sphenops)

Ikan molly kawin

Meskipun mereka mungkin tidak memakan alga sebaik beberapa ikan lain dalam daftar ini, molly dan ikan livebearer lainnya akan memakan alga dari waktu ke waktu jika tersedia. Ikan livebearer lain yang perlu Anda pertimbangkan adalah ikan pedang dan platy.

Ikan pedang (swordtail) unik karena mereka hadir dalam berbagai warna yang berbeda dan Anda dapat membedakan jenis kelaminnya karena pejantan memiliki ujung seperti pedang di pangkal ekornya. Platy juga tersedia dalam berbagai warna dan pola.

Molly dan ikan sejenis lainnya adalah ikan yang sangat damai dan mereka sangat cocok hidup di akuarium komunitas berukuran setidaknya 75 liter atau lebih besar, tergantung berapa banyak yang Anda miliki. Rata-rata, molly tumbuh 5 sampai 10 cm panjangnya dan mereka lebih suka pH antara 7,5 dan 8,5.

Molly juga dapat hidup dengan baik dalam kondisi agak payau, jadi pertimbangkan untuk menambahkan sedikit garam ikan ke akuarium Anda (tetapi selalu pikirkan penghuni lain di dalam akuarium sebelum menambahkan apa pun). Satu hal yang perlu diingat adalah molly bisa bereproduksi dengan cepat, jadi pastikan Anda memiliki cukup ruang untuk menampungnya.

Jenis keong pemakan alga

Anda mungkin menganggap keong sebagai gangguan di akuarium air tawar, dan meski itu memang benar untuk beberapa spesies, keong yang lebih besar dapat membasmi ganggang yang tidak diinginkan.

Berikut adalah lima jenis keong air tawar teratas yang suka memakan alga.

8. Nerite Snail (Nama Ilmiah: Neritina sp.)

Siput Nerite

Dikenal karena pola cantik seperti zebra pada cangkangnya, keong nerite adalah salah satu spesies keong pemakan alga yang paling populer. Keong ini memakan setiap jenis ganggang, bahkan jenis yang lebih keras seperti green spot algae dan mereka bekerja dengan sangat cepat.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa keong ini sulit berbalik jika mereka jatuh terlentang, jadi berhati-hatilah saat memegangnya. Keong nerite tumbuh lebih dari 2,5 cm panjangnya sehingga mereka cukup kecil -ini berarti Anda harus berhati-hati menjaga mereka dari ancaman ikan besar dan predator.

Keong ini lebih suka pH antara 6,5 ​​dan 8,5 dengan KH dalam kisaran 12 hingga 18. Mereka dapat mentolerir berbagai suhu air dari 18 °C hingga 30 °C, sehingga mereka dapat beradaptasi dengan kondisi yang sudah ada di akuarium Anda.

9. Ramshorn Snail (Nama Ilmiah: Planorbidae)

Keong Ramshorn

Dinamai karena bentuk cangkangnya (bentuknya seperti tanduk domba jantan), keong tanduk ini memakan berbagai jenis alga yang berbeda serta makanan ikan yang tidak dimakan dan materi tanaman yang membusuk. Namun mereka tidak makan tanaman hidup dan mereka cocok hidup dengan spesies ikan kecil dan damai -mereka dapat menjadi sasaran cichlid, loach, dan ikan predator lainnya.

Keong ramshorn tumbuh hingga 2,5 cm ukurannya dan mereka lebih suka air akuarium netral dengan pH sekitar 7,0. Mereka dapat dipelihara sendiri-sendiri, bersama keong ramshorn lainnya, atau bersama keong nerite. Keong ramshorn hadir dalam dua skema warna primer -hitam dan merah. Warna merahnya merah terang, dan menarik untuk dicatat bahwa kulit mereka berwarna sama dengan darah mereka.

10. Mystery Apple Snail (Nama Ilmiah: Pomacea bridgesii)

Gambar mystery apple snail

Karena mereka biasanya dijual saat bayi, banyak orang tidak menyadari betapa besar mystery apple snail dapat tumbuh (hingga seukuran bola bisbol). Keong ini hadir dalam berbagai warna, meskipun kuning cerah (keong mas) adalah yang paling umum, dan mereka memakan sebagian besar jenis alga. Favorit mereka adalah alga tanaman, alga kaca, dan alga substrat.

Mystery apple snail mampu menjaga diri mereka sendiri, meskipun mereka mungkin menjadi target bagi ikan pemangsa ketika mereka masih sangat kecil. Mereka lebih suka air akuarium hangat dan mereka akan makan tanaman hidup, jadi pastikan Anda memberi mereka makanan tambahan jika Anda memeliharanya dalam akuarium yang berisi tanaman.

11. Malaysian Trumpet Snail (Nama Ilmiah: Melanoides tuberculata)

Keong Terompet

Sebagai salah satu pemakan alga terkecil dalam daftar ini, Malaysian trumpet snail alias keong terompet Malaysia tumbuh di bawah panjang 2,5 cm. Keong ini memiliki cangkang panjang yang mengerucut ke suatu titik dan mereka dapat ditemukan dalam berbagai warna berbeda. Keong terompet Malaysia memakan beberapa jenis alga yang berbeda, tetapi mereka tidak memakan tanaman, sehingga mereka merupakan tambahan yang aman untuk akuarium berisi tanaman atau aquascape.

Keong terompet Malaysia membutuhkan akuarium setidaknya 40 liter air dan lebih suka pH antara 7,0 dan 7,5. Mereka sangat mudah dirawat dan bisa dimasukkan dalam akuarium komunitas dengan spesies yang damai, namun mereka bereproduksi dengan cepat. Spesies keong ini juga cenderung mengacak-acak substrat untuk mencari makanan, jadi berhati-hatilah saat mencampur mereka dengan tanaman berakar.

12. Rabbit Snail (Nama Ilmiah: Tylomelania app.)

Gambar keong Sulawesi

Rabbit snail atau dikenal sebagai keong Sulawesi adalah salah satu spesies keong pemakan alga yang besar, tumbuh hingga 12 cm panjangnya. Keong ini memiliki cangkang panjang dan runcing mirip dengan keong terompet Malaysia dan mereka hadir dalam berbagai warna kuning dan coklat.

Spesies ini umumnya tidak memakan tanaman akuarium hidup dengan pengecualian Java fern, jadi ingatlah itu. Keong kelinci membutuhkan akuarium berkapasitas setidaknya 100 liter dan mereka lebih suka suhu air yang sedikit lebih dingin antara 20 °C dan 23 °C.

Keong ini cukup mudah dirawat dan mereka lebih suka pH antara 6,5 ​​dan 7,5 dengan KH antara 2 dan 15. Keong Sulawesi mengonsumsi bahan tanaman yang membusuk dan detritus lainnya selain alga dan mereka bereproduksi di akuarium rumah, tetapi tidak terlalu cepat.

Jenis udang pemakan alga

Udang air tawar merupakan petugas kebersihan tambahan yang baik di akuarium Anda. Mereka tidak hanya memakan detritus seperti makanan ikan yang tidak dimakan dan tanaman busuk, tetapi beberapa spesies juga akan memakan ganggang. Berhati-hatilah saat menambahkan udang ke dalam akuarium Anda karena ikan yang lebih besar dapat memakannya.

Berikut jenis-jenis udang pemakan alga.

13. Amano Shrimp (Nama Ilmiah: Caridina multidentata)

Udang Amano

Udang ini mudah dirawat dan karena panjangnya hanya 5 cm, mereka bisa dipelihara di akuarium yang cukup kecil. Udang Amano membutuhkan air lunak hingga agak sadah dalam kisaran pH 6,5 hingga 7,5. Mereka juga lebih suka suhu air yang agak hangat antara 22 °C dan 25 °C, meskipun mereka dapat beradaptasi selama kebutuhan mereka yang lain terpenuhi.

Spesies ini bekerja dengan baik dalam kelompok yang terdiri atas tiga ekor atau lebih dan mereka dapat dicampur dalam akuarium berisi ikan kecil dan menengah yang tenang, meskipun mereka mungkin akan menjadi target ikan besar dan agresif seperti cichlid dan ikan mas koki. Selain memakan alga, udang ini juga akan memakan makanan ikan yang tidak dimakan serta detritus lainnya.

14. Cherry Shrimp (Nama Ilmiah: Neocardidina denticulata sinensis)

Udang Red Cherry Shrimp

Dinamai demikian karena warna merah cerahnya, udang ceri merupakan kru pembasmi alga yang bagus dan mereka juga cantik. Udang ini akan bekerja dengan baik dalam kelompok 2 hingga 4 ekor dan mereka dapat dipelihara dalam akuarium bervolume setidaknya 40 liter. Mereka lebih suka kisaran pH 6,0 hingga 8,0 dan KH 3 sampai 10 dengan kisaran suhu yang lebar antara 15 °C sampai 26 °C.

Udang ceri mudah dirawat selama mereka memiliki alga untuk dimakan, meskipun mereka juga mengkonsumsi detritus lainnya. Spesies ini akan bahagia hidup dalam akuarium yang ditanami dan mereka dapat bergaul dengan penghuni akuarium damai lainnya, meskipun mereka dapat menjadi mangsa ikan yang lebih besar dan karnivora seperti puffer dan loach. Yang terbaik adalah memelihara mereka dengan ikan yang lebih kecil.

15. Ghost Shrimp (Nama Ilmiah: Palaemonetes sp.)

Gambar udang hantu

Dinamai demikian karena tubuh tembus pandang mereka yang seperti hantu, ghost shrimp tidak seefektif udang amano atau udang ceri dalam hal menghabisi ganggang, tetapi mereka pasti akan membantu jika Anda memiliki masalah alga. Meskipun tubuh mereka transparan, mereka memiliki bintik oranye atau kuning di tengah ekor yang membuatnya mudah dikenali.

Ghost shrimp tumbuh hingga 5 cm panjangnya dan mudah dirawat di akuarium 40 liter dengan kisaran suhu 20 °C hingga 30 °C, KH antara 3 dan 10, dan pH antara 6,5 ​​dan 8,0. Udang ini secara alami damai dan mereka menjadi pemulung yang sangat baik untuk akuarium komunitas ketika dipelihara bersama spesies kecil dan tidak agresif lainnya.

16. Bamboo Shrimp (Nama Ilmiah: Atyopsis moluccensis)

Gambar udang bambu

Udang bambu berwarna coklat kemerahan dengan garis putih. Udang-udang ini tumbuh antara 5-7,5 cm panjangnya, jadi mereka adalah salah satu spesies udang pemakan alga yang lebih besar dalam daftar ini. Mereka membutuhkan ukuran akuarium minimal 75 liter dengan pH antara 7,0 dan 7,5, air yang sedikit sadah, dan kualitas air yang tinggi.

Udang bambu cukup mudah dirawat selama mereka memiliki banyak alga dan detritus untuk dimakan, meskipun Anda mungkin masih perlu menambah makanan mereka dengan wafer alga yang dihancurkan untuk berjaga-jaga. Udang ini bersifat damai sehingga mereka bisa hidup dengan baik di akuarium komunitas, meskipun mereka mungkin menjadi mangsa spesies yang lebih besar dan karnivora. Secara umum, mereka akan baik-baik saja bila dicampur ikan kecil.

Ringkasan: Manakah Pemakan Alga Terbaik?

Soal pemakan alga terbaik, semua tergantung selera dan kebutuhan Anda. Pemakan alga terbaik untuk akuarium Anda akan tergantung pada faktor-faktor yang dibahas di atas -jenis alga yang Anda miliki, ukuran dan kondisi di akuarium Anda, dan penghuni akuarium lain yang mungkin sudah Anda miliki.

Hal yang dapat Anda lakukan adalah mempelajari opsi-opsi di atas dan memilih mana yang tampaknya paling cocok untuk kebutuhan spesifik akuarium Anda. Selamat memilih pemakan alga Anda ya!

Komentar